18
Jun
08

Consumer Insight Print Ad Braun Buffel

Braun Buffel

Braun Buffel telah dikenal di Indonesia sebagai produk premium dengan harga yang tentu saja tidak bisa dibilang murah. Braun Buffel hanya terdapat eksklusif di butik-butik atau department store tertentu di pusat perbelanjaan premium untuk SES A atau kelas atas di Jakarta. Untuk itulah dalam mengiklankan produknya, Braun Buffel Indonesia hanya melakukannya di majalah tertentu yang pembacanya juga merupakan target market bagi produk mereka, misalnya adalah majalah Cosmopolitan Indonesia. Halaman berikutnya adalah contoh iklan Braun Buffel yang penulis ambil di majalah Cosmopolitan Indonesia edisi Mei 2008.

 

Print Ad Braun Buffel

            Majalah Cosmopolitan Indonesia yang mengusung taglineFun Fearless Female”, adalah majalah bagi para wanita dewasa Indonesia yang modern, dinamis, dan mandiri. Hal ini dapat dilihat dari content majalahnya seputar masalah lifestyle, fashion, beauty, pekerjaan, relationship, sampai dengan sex. Braun Buffel yang mengeluarkan produknya bagi pria dan wanita, merasa tepat untuk beriklan di majalah ini, karena produk Braun Buffel dengan kualitas yang premium, pastinya ingin dimiliki oleh konsumen dengan selera premium juga yang mengandalkan kualitas, fungsionalitas, dan prestige dari suatu produk tas.

            Iklan Braun Buffel di halaman sebelumnya adalah salah satu seri iklan Braun Buffel di majalah Cosmopolitan. Penulis tertarik untuk mengangkatnya sebagai bahan riset tentang “Consumer Insight” karena gambar iklan yang ditampilkan tidak lazim layaknya iklan-iklan tas lain, dimana biasanya model iklan mengenakan tas yang diiklankan. Alih-alih menggunakan konsep iklan seperti itu, Braun Buffel menggunakan konsep iklan dengan gambar model iklan dalam posisi yang unik.

            Penulis telah melakukan wawancara ringan kepada beberapa responden yang telah diperlihatkan print ad dari Braun Buffel tersebut. Tipe responden yang penulis wawancara ada yang memang merupakan target market dari Braun Buffel, dan ada pula yang bukan merupakan target market dari Braun Buffel. Berikut ini adalah ringkasan hasil wawancara:

Profil responden:

Andini  : wanita, 23 tahun, mahasiswi MMUI

Eka      : wanita, 23 tahun, karyawan swasta

Dewi     : wanita, 43 tahun, ibu rumah tangga

Tinur    : laki-laki, 24 tahun, mahasiswa MMUI

Question and Answer:

  1. Apa pendapat anda ketika melihat iklan ini?

Andini: “Pertama kali saya kira ini iklan pakaian dalam untuk pria dan wanita. Pria memegang celananya seketika juga memeluk bagian kepala wanita. Tetapi, tampak jelas di sampingnya ada sebuah tas merek dari Jerman.”

Eka: “Sangat berciri khas iklan Eropa, karena ada unsur sensualitas yang menurut saya sering dipakai pada iklan-iklan di Eropa untuk menjual suatu produk. Tas ini terlihat mahal dan ekskulusif.”

Dewi: “Tidak terlihat match antara gambar iklan dengan produk tas yang dituju.”

Tinur:Uhuuuy.. iklannya!”

  1. Menurut anda, apa maksud dari gambar di iklan ini?

Andini: “Iklan ini mungkin seakan-akan ingin mengganggu pembaca untuk melihat dua pria dan wanita berpelukan. Tidak sesuai dengan image Braun Buffel yg sopan dan elegan, Ini posisi pria dan wanitanya tidak jelas sedang tidur atau berdiri.”

Eka: “Ga kebayang hubungan antara pose model iklan itu dengan tas.”

Dewi: “Tidak menangkap maksudnya. Andaikata tidak ada model manusia di iklan itu juga tidak apa-apa.”

Tinur:Gambar ini memperlihatkan kepada pembacanya tentang kekuatan (diperlihatkan pada gambar pria wanitanya) dan eksklusifitas (yang terlihat dari merek) dan elegan(dilihat dari produknya).”

  1. Apakah anda menyukai iklan ini?

Andini: “Tidak. Kurang pas dengan modelnya.”

Eka: “Tidak suka.”

Dewi: “Suka, karena bila iklan ini dilihat secara keseluruhan, terlihat elegan, tidak norak, dan tidak terlihat vulgar.”

Tinur: “Biasa saja, cukup bagus, pesan yang disampaikan cukup kena. Braun Buffel gitu loooh!”

 

Dari hasil wawancara tersebut, dapat kita lihat bahwa tiga dari empat responden mengatakan tidak dapat menangkap pesan dari dua orang model yang berfoto. Saat melihat iklan tersebut, mereka hanya dapat menangkap bahwa tas Braun Buffel mengeluarkan produk baru, tapi mereka tidak melihat adanya hubungan antara model iklan, dan gambar iklan yang ditampilkan. Mungkin yang dapat menangkap kira-kira maksud dari iklan tersebut adalah Tinur yang mengasosiasikan kekuatan pada merek tas Braun Buffel itu. Asosiasi kekuatan tas itu dilihat pada kekuatan model pria untuk menggendong wanita pada pahanya. Mungkin ini menggambarkan bahwa tas Braun Buffel ini memiliki kekuatan dan ketahan pada produknya.

Iklan ini kemungkinan besar memang tidak dibuat di Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Eka bahwa iklan ini terlihat berkesan “sangat Eropa”, mungkin hal ini pulalah yang membuat sebagian besar responden tidak menyukai iklan ini. Bagi orang Asia, khususnya Indonesia yang masih memegang adat ketimuran yang cukup tinggi, mereka kurang menyukai iklan ini, meskipun para responden ini tinggal di Jakarta yang sudah merupakan kota metropolitan dengan gaya hidup yang modern. Mereka menganggap iklan yang menampilkan dua orang laki-laki dan perempuan yang berpelukan dengan pakaian yang minim terlihat kurang sopan.

Bagi penulis sendiri, bila dilihat secara keseluruhan, iklan ini terlihat elegan, sesuai dengan image Braun Buffel sebagai produk premium. Tetapi penulis tidak suka dengan wanita dengan posisi yang aneh dalam balutan pakaian yang minim bersama laki-laki, karena menurut penulis sedikit merendahkan kemandirian wanita. Saran dari penulis kepada pembuat iklan Braun Buffel Indonesia, ada banyak cara untuk menampilkan kesan elegan pada produk tas, karena semua orang sudah mengetahui Braun Buffel adalah produk yang sudah dipercaya kualitasnya. Kesan elegan sebaiknya dibuat tanpa ada unsur merendahkan wanita. Bila ingin menambahkan unsur sensualitas, sebaiknya hindari wanita yang berpakaian minim bersama laki-laki, karena pasti ada banyak cara untuk menampilkan kesan sensual tanpa model dengan pose seperti itu.

 


1 Response to “Consumer Insight Print Ad Braun Buffel”


  1. 1 liza
    Agustus 6, 2008 pukul 8:51 am

    wah bagus banget artikelnya. benar-benar dpt menggambarkan pencarian insight itu spt apa. trims. ditunggu artikel mengenai insight sejenisnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Juni 2008
S S R K J S M
    Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Follow Shine on Tweeter

Blog Stats

  • 49,720 hits

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: