18
Jun
08

Target Market Coca-Cola Zero

Cerita TVC Coca-Cola Zero

            Dalam iklan tersebut ada 2 orang anak muda dengan gaya bahasa khas anak muda masa kini, sebut saja yang pertama adalah “Mas Gondrong” dan yang kedua adalah “Mas Keren”. Mereka berdua bepergian bersama menggunakan mobil. Mas Gondrong mampir di toko di pinggir jalan sementara Mas Keren menunggu di dalam mobil. Setelah Mas Gondrong kembali ke mobil, ia memberikan sebotol Coca-Cola kepada Mas Keren. Mas Keren yang sedang menyetir mobil, meminumnya tanpa melihat merek minuman tersebut kemudian berkata, “Thank’s Coca-Cola-nya ya!”.

            Mas Gondrong menyahut, “Itu bukan Coca-Cola”, yang segera dibantah oleh Mas Keren, “Maksud loe ini bukan Coca-Cola? Rasanya Coca-Cola”. Mas Gondrong berkata lagi, “Iya, emang rasa Coca-Cola, tapi zero sugar.”. Mas Keren menengok ke Mas Gondrong, “Zero apa??? Gak mungkin!”. Karena Mas Keren tidak memperhatikan jalan, maka mobil mereka jatuh ke jurang. Setelah jatuh dan mobil mereka terbalik, Mas Keren baru melihat botol minuman tersebut dan berkata, “Tapi ini Coca-Cola.”

 

Hasil Wawancara

Disesuaikan dengan target market dari Coca-Cola Zero untuk anak muda yang berusia 20-29 tahun, maka penulis melakukan wawancara singkat dengan tiga orang anak muda yang penulis anggap mewakili dari target market Coca-Cola Zero. Berikut ini adalah ringkasan hasil wawancara:

 

Responden 1

Responden 2

Responden 3

Nama

Alfian

Luqman

Hadean

Umur

29

25

24

Pekerjaan

Mahasiswa dan Karyawan

Karyawan Swasta

Mahasiswa

Tahu tentang Coca-Cola Zero

Iklan di TV

Promosi dari SPG di Carrefour

Iklan di TV

Alasan mengkonsumsi Coca-Cola Zero

Hanya ingin tahu tentang Coca-Cola Zero, tidak begitu suka soft drink karena bukan minuman yang sehat

Ingin tahu tentang Coca-Cola Zero, memang suka dengan minuman Coca-Cola

Hanya ingin tahu tentang Coca-Cola Zero, tidak begitu suka soft drink karena bukan minuman yang sehat

Komentar tentang konsep iklan TV Coca-Cola Zero

Biasa saja

Lumayan kreatif, karena tidak langsung menyuruh orang minum Coca-Cola Zero, tapi melalui cerita

“Garing”, tidak sesuai dengan culture Indonesia

 

            Dari hasil wawancara di atas dapat kita lihat bahwa dua dari tiga orang responden mengaku tahu tentang Coca-cola Zero dari iklan di televisi, sedangkan satu orang responden pada awalnya mengetahui dari SPG di sebuah hypermarket, setelah itu baru melihat iklannya di televisi.

Setelah mengetahui adanya Coca-Cola Zero ini, dua orang responden yang mengkonsumsinya hanya didasarkan pada rasa ingin tahu dari produk Coca-Cola ini, sedangkan 1 responden lain selain rasa ingin tahu, ia juga meminumnya karena sudah loyal dengan merek Coca-Cola itu sendiri. Dari wawancara ini penulis menemukan bahwa anak muda masa kini meskipun mereka hidup di kota besar, mereka cenderung masih aware kepada kesehatan. Mereka tahu meskipun Coca-Cola Zero menjanjikan produk yang bebas gula, tapi dalam kandungan Coca-Cola Zero ini ada pemanis buatan, yaitu Natrium Siklamat yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, meskipun mereka terkadang minum Coca-Cola, mereka tetap lebih prefer untuk minum minuman ringan lain yang lebih menyehatkan seperti teh botol.

            Sedangkan bagi responden yang memang menyukai soft drink, khususnya dari brand Coca-Cola, ia tetap lebih prefer meminum Coca-Cola Classic daripada Coca-cola Zero. Hal ini dikarenakan menurutnya rasanya ternyata berbeda dengan Coca-Cola Classic, berbeda dengan yang dijanjikan pada iklannya bahwa Coca-Cola Zero tetap “Great Coca-cola Taste”.

            Untuk konsep iklannya sendiri, konsumen akan cukup mudah memahami iklan ini, bahwa Coca-Cola meluncurkan produk baru bernama Coca-Cola Zero yang tidak mengandung gula dan menjanjikan rasa yang sama dengan Coca-Cola Classic. Karena Coca-Cola merupakan brand yang sudah kuat, maka banyak konsumen yang membelinya karena ada brand Coca-Cola itu sendiri (brand extension) yang mengeluarkan Coca-Cola Zero. Jadi, meskipun menurut responden iklannya biasa saja dan tidak membuat sesuatu yang berkesan di benak mereka, mereka tetap ingin untuk mencoba produk baru ini.


2 Responses to “Target Market Coca-Cola Zero”


  1. 1 tinur
    Oktober 14, 2008 pukul 12:37 am

    Emang sih “zero sugar” tapi mengandung:
    1.Pemanis buatan natrium siklamat 232mg/saji.
    2.Natrium sakarin 27mg/saji.

    Jadi bagusan mana, pemanis alami atau pemanis buatan?.

  2. 2 jihan mahfudz
    September 28, 2009 pukul 5:37 am

    well, sama saja coca cola classic or coca cola zero, thats good taste, i prefer with Zero….. hebat, betul2 brilian ide variasinya, dan kemasannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Juni 2008
S S R K J S M
    Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Follow Shine on Tweeter

Blog Stats

  • 49,720 hits

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: