07
Mar
09

Perilaku Konsumen (Part I)

Jelaskan mengenai brand community dan mengapa hal ini penting bagi pemasar

Menurut buku Solomon, brand community adalah sekelompok customer yang saling mempunyai social relationship tertentu berdasarkan produk yang mereka gunakan atau ketertarikan pada suatu produk. Anggota dari brand community ini biasanya tidak tinggal dekat satu sama lain, tetapi biasanya mereka bertemu atau dipertemukan pada suatu event dari produk tersebut atau disebut juga brand fest.

Titik kritis dari program ini adalah seberapa jauh perusahaan dapat mengelola kontak yang terjadi antara pelanggan dengan mereknya,  pelanggan dengan produk/layanan ketika digunakan, dan di antara para pelanggan itu sendiri.

Salah satu bentuk kegiatannya yang paling sering dilakukan adalah mengundang para pelanggan untuk menghadiri suatu event yang tentu disponsori oleh perusahaan pemilik atau penjual merek. Misalnya seperti yang dilakukan oleh jaringan buku QB World Book yang mengundang para anggotanya untuk hadir dalam diskusi buku-buku baru atau diskusi dengan topik-topik khusus, termasuk menghadiri pemutaran film yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai film tersebut. Menariknya setiap partisipan selalu diberi kesempatan untuk menikmati atau mengikuti event dengan gratis.
Pentingnya brand community ini bagi pemasar adalah dari penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa program ini akan membentuk sikap positif dari partisipan terhadap suatu produk, dan sebagai hasilnya, akan meningkatkan loyalitas terhadap brand tersebut. Selain itu, anggota dari brand community ini biasanya lebih mudah memaafkan bila suatu saat ada kegagalan produk dari merek tersebut, dan juga kurang tertarik untuk pindah ke brand lain meskipun produk merek lain lebih baik.

 

Apa perbedaan antara Innovator, Opinion Leader, & Market Maven; Mengapa mereka penting bagi pemasar; Dalam kondisi bagaimanakah salah satu lebih penting relatif terhadap lainnya.

Innovator:

·         Konsumen yang merupakan pembeli awal produk baru.

·         Konsumen yang mempunyai minat yang cukup berarti pada kategori     produk.

·         Pemimpin pendapat.

·         Ciri-ciri kepribadiannya:

o   Tidak dogmatis dibandingkan dengan non innovator.

o   Mengandalkan nilai-nilai atau patokan sendiri bukan orang lain.

o   Menganut dan berminat pada kategori produk yang lebih luas.

o   Tertarik pada keanekaragaman produk (jadi, innovator lebih reseptif terhadap yang kurang mereka kenal)

·         Senang berpetualang (siap menanggung resiko)

·         Tidak loyal pada merek

·         Suka memanfaatkan penawaran istimewa dalam promosi.

·         Menggunakan produk dalam jumlah banyak

·         Suka membaca majalah yang berfokus pada minat khusus tetapi kurang suka menonton televise.

·         Mereka terlibat dalam lebih banyak kelompok social.

·         Cenderung masih muda, memiliki pendidikan formal yang lebih tinggi dan cenderung menduduki status profesi yang lebih tinggi.

 

Opinion Leader:

Yaitu orang yang memiliki pengetahuan tentang suatu produk dan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi attitude dan behavior orang lain. Opinion leader dapat mempengaruhi orang lain karena:

·         Mereka telah mengevaluasi dan menyatukan informasi tentang suatu produk secara pasti. Tidak seperti komersial endorser, opinion leader seringkali lebih dipercaya karena mereka tidak mempunyai keterikatan apapun dengan perusahaan untuk mempromosikan suatu produk.

·         Mereka cenderung aktif bersosialisasi di dalam komunitas mereka.

·         Mereka biasanya juga merupakan pembeli awal suatu produk baru.

                   Market maven:

Yaitu orang-orang yang mempunyai ketertarikan untuk secara aktif terlibat dalam diskusi suatu produk. Market maven biasanya bukan orang yang pertama kali membeli produk tersebut, mereka lebih suka mencari tahu produk tersebut dan mengamati apa yang akan terjadi di pasar. Ciri-cirinya:

·         Senang memperkenalkan merek dan produk baru kepada teman-temannya.

·         Suka membantu orang lain untuk memberikan informasi tentang suatu produk.

 

Jelaskan bagaimana pemasar menggunakan konsep conformity dalam memasarkan produknya

Conformity adalah perubahan pada keyakinan dan tindakan sebagai reaksi terhadap tekanan grup atau komunitas mereka. Anggota-anggota dari grup ini biasanya mempunyai norma-norma sendiri yang mempengaruhi behavior mereka.

Faktor-faktor yang mempengaruhi conformity:

·         Cultural pressure

·         Fear of deviance

·         Commitment

·         Group unanimity, size, and expertise

·         Susceptibility to interpersonal influence


0 Responses to “Perilaku Konsumen (Part I)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Follow Shine on Tweeter

Blog Stats

  • 49,720 hits

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: