17
Sep
09

Seafood Yummy di Raja Rasa

Sebagai penggemar sea food, Shine pingiiin banget nyobain makan di Raja Rasa. Apalagi setelah denger cerita Panda yang sering nraktir client disitu, yang konon katanya uenak banget dan interior yang cantik. Dan akhirnyaa.. minggu lalu Shine berhasil meraih cita-cita Shine makan di Raja Rasa di kawasan Setrasari Bandung. Nah, disini nih lokasinya:

pic from hereraja rasa bandung

Beberapa menu yang Shine dan keluarga pilih:

*Kepiting Saus Singapore (Shine’s Favorite!!)

*Udang Galah Bakar (huaaahh.. baru kali ini Shine makan udang segede-gede ini!)

*Udang windu

*Calamari a.k.a cumi goreng tepung

*Kangkung Cah Sapi yang disajikan dalam hotplate

*Tahu goreng

*Ikan (kalo gak salah)->kakap di steamboat (mama Shine taku kolesterol naik)

*Es cincao

*Komplimen : Roti Mantau

Biar temen-temen penggemar seafood makin ngiler bacanya, ada beberapa pic makanan yang kira-kira mirip dengan yang ada di Raja Rasa:

tahukepiting telur saus singaporeudang galah bakarkangkung cah sapi

pic diambil dari sini , sini, sini, dan sini

Resto Raja Rasa yang di Bandung ini homey banget. Pelayannya cepat, ramah, dan sopan. Cuma ada satu nih kekurangannya.. mahal ya boookk… yah, sebanding sih sama rasanya :)

08
Agu
09

My bags wishlist

Berhubung lagi males jalan ke mall (akibat bokek, hohoho), di minggu yang cerah dan ceria ini (banzai for densus 88 yang telah menangkap mati noor din m top!), Shine window shopping.. eh screen shopping di internet. Do’oh.. ada beberapa tas yang Shine naksir nih.. Tapi entah kapan Shine bisa beli, wong penghasilan pas-pasan, hihihi.. Ini nih Shine wishlist bags.. ada yg mo beliin?? hehe..

1. Longchamp Le Pliage in Paper colour

longchamp Le Pliage Tote Bag in paper

2. Coach POPPY POP C SPOTLIGHT

coach pop c spotlight

3. Louis Vuitton monogram canvas  neverfull GM

Louis-Vuitton-Monogram-Canvas-Neverfull-GM

Sebenernya tas Longchamp dan Louis vuitton Neverfull ini udah banyak banget tiruannya. Tapi gawatnya Shine pingin tas yang bahan bagus biar awet, which means harus yang asli T__T (orang kere gak tau diri, hahahha).

02
Agu
09

My Beauty Haul (2)

SetelaH dunia permaatan yang udah Shine posting sebelumnya, sekarang giliran dunia perbibiran semacam lipbalm dan lipgloss koleksi Shine meskipun masih sedikit untuk dibilang koleksi ;p

lip care ket no

1. The Face Shop “Black Label Pot Lip Gloss” in 915 Soft Brown

2. The Body Shop “Tentalising Lip Butterr” Limited edition *sebenernya tadinya ga tau klo lip butter ini limited edition, beli karena harganya paling murah dibanding lip balm body shop ;p*

3. e.l.f “Candy Shp” Lip Gloss in Coconut Craze *lipgloss ini sama sekali ga’ bikin smudge di bibir, dan wangi kelapanya haruuuumm banget. Dapet gratisan dari febe karen beli e/s coastal pallette :) *

4. The Body Shop LipGloss *Beli ini dulunya karena terpengaruh temen, nothing special siyh di lipgloss ini*

5. Make Up Forever “Fascinating Lip Gloss” *ada glitternya n wanginya Shine syukaa*

- to be continued -

25
Jul
09

My beauty haul (1)

i don’t know exactly, when i became fall in love with make up?? Shine baru aja ngerapiin meja rias, n gak nyangka ternyata udah banyak juga koleksi make up nya ^^.

Dunia per-mata-an:

eyes ket

Tampak isi:

eyes no

Keterangan:

1. Coastal Scents 88 matte eyeshasdow pallette *make up yang pertama kali Shine beli online http://ftlwardrobe.multiply.com*

2. PAC Matte eye shadow *pingin beli gara2 ikut kelas make up di JRP*

3.  Revlon Stonewash Denim *tadinya punya mama Shine, tapi shine adopsi, hehe*

4. Maybelline Three Chocolate *ini gimmick dari JRP waktu adek ikut holiday class*

5. Etude pretty gradation eyes *ini eyeshadow jaman kuliah S1 ^^*

6. The Bod Shop pallet regard 01 *tadinya juga punya mama Shine ;p*

7. Maybelline Floral Garden *warnanya soft banget loh*

8. La Tulipe Eye Shadow Base *bener2 murah meriah, ga nyampe 20 ribu, bisa bikin eye shadow awet meskipun udah kena air wudhu berulang-ulang*

9. The Face Shop Jewel Effect Duo *kurang pantes Shine pake, karena di kulit Shine jadi pucet*

10. Revlon creme shadow in Precious Metals 05 *warna2 netral, bagus dipaduin eyeshadow warna apapun*

11, 12, 13: Colour Institute eye shadow cream *dulu iseng2 beli ini karena lagi ada paket murah di sogo*

oh iya satu lagi, yang dibawah no. 5, Make Up Store Micro Shadow in xocoatl (hadiah dari my best friend, thanks ayuu.. warnanya cantik deh, coklat dengan glitter gold ^^)

(to be continued….)

31
Mei
09

For Couple

Yhuuhuuu… Shine tadi sedang berkhayal di hari minggu yang cerah ini, jalan-jalan sama Panda,, huhuhu.. Misalkan suatu saat Shine dan Panda jalan bareng, ini nih busana yang pingin Shine pakai dan Shine pakaikan buat Panda ;)

sunny daySemua item di gambar ini, Shine padu padankan dari website http://www.polyvore.com/

Untuk Shine:

- Blouse: Vera Wang Ruffleneck Top

- Rok: Womens Soul Cal Mid Rip Mini Skirt

- Belt: Pink stud jeans belt

- Syal: GAP

- Tas: Chloe Paraty Shoulder Bag

- Dompet: Marc Jacobs satin

- Wedges: Cream stitch bow

- Bangle: Pinochle

- Anting: Cream Heart Engraved

- Bobby Pin: Banana Republic

-Sunglasses: Prada

 

Untuk  Panda:

*Shirt: Polo – Micro Streaped

*Jeans: Dillon

*Sunglasses: Von Zipper

*Watch: Le Mans

*Sepatu: Debenhams

17
Mar
09

Big Necklace

Fashionista pasti udah nonton “Confessions of a Shopaholic” kaaan? Yang masih terngiang-ngiang oleh Shine dari film itu adalah kalungnya Rebecca yang bagus-bagus! Terutama yang paling Shine suka kalung besar berbentuk jangkar yang Rebecca pakai waktu ikut ke acara pertemuan klien-klien besar bosnya. Ga nyangka juga klo kalung besar ternyata juga bisa terlihat manis. Selama ini kalung-kalung koleksi Shine hanya kalung-kalung yang bentuknya imut (mengingat bentuk tubuh yang mungil, hehe)

Jadilah malam ini Shine browsing big necklace di internet. Ternyata susah juga lho cari kalung besar yang unik dan tetap terlihat sophisticated. Setelah agak lama mencari, Shine menemukan 4 big necklace yang cantik ini ^^:

 

missoni-metal-geometric-necklace815

Missoni

Metal Geometric Necklace

Comment:

Meskipun detail kalungnya besar dan panjang, tapi tetap terlihat ringan dipakai. Pake blousenya jgn yang bermotif besar juga ya. Sebaiknya juga jangan pakai rok panjang.

 

 

 

 

 

fenton-crystal-twill-lariet700Fenton

Crystal and Twill Lariet

Comment:

Baru kali ini Shine ngeliat kalung yang ngga bulet, hehe.. Tapi kereeeen sekalii.. Yang warna putih di rantai kalung itu bahannya terbuat dari cutton.

 

 

 

 

 

ranjana-khan-smokey-quartz-necklaceRanjana Khan

Smokey Quartz Necklace

Comment:

Kalung ethnic memang selalu eksis! Padukan dengan blouse kerah V jatuh.

 

 

 

 

 

 

erickson-beamon-icon-necklace1Erickson Beamon

Icon Necklace

Comment:

Kalung ini kalau sudah dipakai cantik banget lowh! Sayang banget gambar patung yang pakai kalung ini ga bisa di save. Cocok buat pesta!

14
Mar
09

Shorts!

Aaaaahhh.. Ga tahan deh liat-liat celana pendek yang keren-keren… Shine suka banget sama shorts alias celana pendek. Meskipun, Shine biasanya hanya pake shorts di rumah atau tempat-tempat tertentu, tapi tetep aja shorts itu keren banget!

Beberapa model shorts yang sesuai sama pribadi Shine (ceileeee…) adalah shorts dari Diane Von Furstenberg, Yohji Yamamoto, n Marc Jacobs.

Beberapa koleksi shorts dari Diane Von Furstenberg

diane-von-furstenberg-base-honey-shortsdiane-von-furstenberg-filip-short                                                   

diane-von-furstenberg-kelly-green-doutzen-pleated-shorts1

 

Y-3 Yohji Yamamoto

pocket-short-yohji-yamamotoyohji-yamamoto-hot-short2

 

Marc By Marc Jacobs

marc-by-marc-jacobs-herringbone-shortsmarc-by-marc-jacobs-shorts

marc-by-marc-jacobs-shorts2

 

Ada beberapa model shorts lagi yang Shine suka, ’silk roll hem shorts’ dari celine (kiri) dan ‘cotton stretch shorts’ dari Roberto Cavalli (kanan):

celine-silk-roll-hem-shortsroberto-cavalli-cotton-stretch-shorts

 


14
Mar
09

Taman Akuarium Air Tawar TMII

Tahun 2007 yang lalu, Shine dan teman-teman diberi tugas oleh dosen untuk mengunjungi tempat-tempat wisata tertentu sebagai bahan ujian tengah cawu mata kuliah Manajemen Pemasaran. Beberapa tempat yang dapat dijadikan pilihan antara lain adalah Sea World Ancol, Ocean Park BSD, dan Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) TMII. Shine dan beberapa teman-teman lain akhirnya memilih TAAT TMII karena selain ga jauh dari rumah Shine, tiket masuknya juga murah ^^.

tmii-akuarium

Sebelum melakukan investigasi lebih lanjut, kita ‘berperilaku’ layaknya pengunjung disana dengan melihat semua jenis akuarium dan ikan yang ditampilkan. Tak lupa juga kita foto-foto layaknya turis lokal, hehe.. sayang fotonya masih di Irwan, Shine lupa terus minta foto-fotonya. Setelah foto-foto, kita agak bingung nih gimana mau cari informasi lain tentang akuarium air tawar, secara humasnya klo ga salah lagi ga ada hari itu.

Jadilah kita semua berinisiatif nanya-nanya pegawai-pegawai di situ seputar TAAT ini. Berhubung pegawainya laki-laki semua n teman-teman Shine yang ikut kesana juga laki-laki semua, pegawainya pertama-tama ga mau ngasih info macem-macem gitu sama temen-temen Shine. Jadilah akhirnya Shine sebagai yang paling ‘cantik’ disana (kekekekk.. emang cewek sendiri!) kebagian tugas untuk mengulik lebih lanjut pengetahuan pegawai disana dengan wawancara lebih mendalam.

Hasilnyaaa… gak mengecewakan dong! Dengan modal murah meriah, kita yang memilih lokasi penelitian di TAAT TMII rata-rata mendapat nilai bagus, Shine juga dapat nilai 100 lowwhh! ^o^

Ini dia sekelumit hasil penelitian kami:

 

TAMAN AKUARIUM AIR TAWAR – TMII

 

1.      Pada saat Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) didirikan, mereka belum menetapkan segmentasi yang jelas. Setelah TAAT dibuka beberapa lama dan data dikumpulkan, barulah mereka menganalisis segmen-segmen pasar. Jadi, TAAT menggunakan pendekatan post-hoc dalam menentukan segmentasi pasarnya. Berikut ini adalah segmentasi yang akhirnya diambil oleh TAAT:

·         Geographic : Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) didirikan di Jakarta, tepatnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tujuan TAAT didirikan di TMII Jakarta adalah untuk menjaring jumlah pengunjung yang lebih banyak, karena hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal TMII.

·         Demographic :

Age: 4-70 tahun (mayoritas adalah anak-anak usia sekolah terutama anak-anak TK dan SD, ada juga rombongan dari panti jompo yang pernah berkunjung ke TAAT)

Family Size : Orang tua dengan 1 atau lebih anak, karena banyak orang tua yang menemani anak-anaknya rekreasi ke TAAT.

Gender : perempuan dan laki-laki

Social Class : Kelas sosial masyarakat yang berkunjung ke TAAT adalah B+ (menengah bagian atas), B (menengah bawah), dan C+ (bawah bagian atas), karena harga tiketnya yang murah (Rp. 10.000 per orang).

Occupation : pelajar (untuk pendidikan dan rekreasi), peneliti (untuk observasi)

Education : siapa saja, tapi 60% dari jumlah pengunjung adalah anak-anak TK sampai SMU. Anak SMU dan mahasiswa menyukai ikan-ikan yang akan digunakan untuk bahan penelitian.

Nationality : kebanyakan adalah turis lokal, ada juga yang berasal dari luar negeri seperti dari Amerika, Jepang, dan negara-negara Eropa, tapi jumlahnya sedikit sekali.

·         Psycographic :

Lifestyle : TMII identik dengan tempat hiburan yang menawarkan konsep edutainment melalui pengenalan kekayaan budaya Indonesia. Begitu juga dengan TAAT yang menggunakan rumah-rumah adat sebagai bentuk dari akuarium standing-nya sesuai dengan asal ikan (catatan: bentuk akuarium dengan atap rumah adat ini baru dibuat 3 tahun yang lalu). Oleh karena itu pengunjung TAAT kebanyakan bersifat culture-oriented.

·         Behavioral :

Occasion : Selain rombongan dari sekolah yang biasanya berkunjung pada hari-hari biasa, pengunjung lain biasanya dating ke TAAT pada saat event-event tertentu, seperti liburan sekolah, hari raya, 1 suro, tahun baru, dan hari kemerdekaan.

Benefits : Pengunjung memilih mengunjungi TAAT karena harga tiket yang murah, dan karena TAAT merupakan satu-satunya Taman Akuarium Air Tawar di Indonesia, dan nomor 2 terbesar di dunia. Mereka dapat mengenal jenis-jenis ikan air tawar terutama dari Indonesia dan beberapa dari negara lain dan dapat melihatnya secara dekat.

User Status : Biasanya anak-anak yang berkunjung kesini baru pertama kali, sedangkan orang-orang dewasa yang mengantarkan anak-anak rata-rata merupakan kunjungannya yang kedua atau lebih.

Usage Rate : rata-rata merupakan light-user, karena mereka jarang sekali berkunjung ke TAAT.

Loyalty Status : menurut saya, apabila pengunjung tersebut bukan merupakan peneliti, mereka kurang tertarik untuk berkunjung kembali ke TAAT.

Readiness Stage : Karena kurangnya promosi yang dilakukan oleh TAAT, maka banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan TAAT. Mereka hanya mengetahui TMII, dan saat di TMII barulah mereka tahu ada TAAT disana (unaware, yang aware hanya sedikit sekali).

Attitude Toward Product : Anak-anak kecil yang berkunjung ke TAAT biasanya sangat antusias, berbeda dengan orang dewasa yang terlihat kurang antusias.

 

  2.      Marketing mix (bauran pemasaran)

Product : Taman Akuarium Air Tawar-TMII Jakarta bertemakan “Indonesia dan Dunia Air Tawar”, memperagakan akuarium air tawar geografik, yang menyajikan simulasi dan replikasi dari ekosistem lahan basah alam asli dan ragam hayatinya. Dengan replika ini diharapkan terciptanya sarana yang dapat memberikan citra atas perairan Nusantara. TAAT adalah satu-satunya Taman Akuarium Air Tawar yang ada di Indonesia. TAAT juga merupakan Taman Akuarium Air Tawar terbesar ke-2 di dunia setelah Amerika. 

TAAT didirikan di atas lahan seluas 5.500 m2 terdiri dari 21 akuarium dinding, 50 lebih akuarium lepas, auditorium (sebagai ruang serbaguna dan tempat pemutaran film documenter tentang kehidupan ikan air tawar), pustaka flora dan fauna, serta museum (berisi ikan-ikan yang diawetkan). TAAT mempunyai sekitar 155 spesies (sudah termasuk spesies-spesies ikan, belut, udang, kura-kura, dan tumbuh-tumbuhan).

Price : Harga tiket sangat murah, yaitu Rp. 10.000 per orang.

Place (distribusi) : TAAT tidak mempunyai penyalur khusus untuk menambah jumlah koleksi ikannya. Ikan-ikan tersebut biasanya merupakan sumbangan dari Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI), hobbies, dan pemerintah-pemerintah daerah.

Promotion : TAAT tidak melakukan promosi secara besar-besaran. TAAT biasanya hanya membuat iklan di media Warta Kota, Pos Kota, dan majalah Samudera. TAAT juga melakukan strategi “jemput bola”, yaitu dengan melakukan promosi ke sekolah-sekolah. Media televisi juga secara tidak langsung berperan dalam mempromosikan TAAT. Media televisi tidak diundang oleh TAAT, tapi media televisi tersebut mengadakan liputan sendiri, biasanya pada hari-hari libur untuk membandingkan jumlah pengunjung antara suatu tempat hiburan dengan tempat hiburan lain, termasuk TAAT.

 

3.      Five Competitive Force

·         Pesaing : Pada saat TAAT dibuka, belum ada pesaing dalam core bisnis yang sama. TAAT adalah Taman Akuarium Air Tawar pertama yang ada di Indonesia.

·         Pendatang baru : TAAT yang berdiri pada 20 April 1994, menghadapi competitor baru beberapa bulan berikutnya, yaitu dengan mulai beroperasinya Sea World di Ancol pada bulan Juni 2004.

·         Produk pengganti : Sea World selain merupakan competitor pendatang baru, juga merupakan produk pengganti untuk rekreasi edutainment yang berhubungan dengan dunia bawah air.

·         Penyuplai : TAAT tidak mempunyai penyalur khusus untuk menambah jumlah koleksi ikannya. Ikan-ikan tersebut biasanya merupakan sumbangan dari Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI), hobbies, dan pemerintah-pemerintah daerah.

·         Pembeli (pengunjung) : Pengunjung yang datang ke TAAT mayoritas adalah rombongan anak-anak TK dan SD. Selain itu juga ada peneliti dan mahasiswa untuk keperluan observasi, dan keluarga.

 

4.      Lingkungan pemasaran (marketing environment):

a.       Lingkungan Makro

·         Lingkungan demografis: (sama seperti nomor 1)

·         Lingkungan ekonomi: Harga tiket sangat murah, yaitu Rp. 10.000 per orang. Sehingga masyarakat dengan social class B+ (menengah bagian atas), B (menengah bawah), dan C+ (bawah bagian atas), lebih memilih berekreasi ke sana daripada tempat lainnya yang sejenis (Sea World) yang harga tiketnya lebih mahal.

·         Lingkungan natural: Berbagai spesies air tawar didatangkan langsung dari tempat asalnya, untuk kemudian dirawat, dibudidayakan, dan dipamerkan kepada pengunjung TAAT.

·         Lingkungan teknologi: Untuk membuat replika ekosistem lahan basah, digunakan atap polycarbonate, agar suhu sesuai dengan tempat asli ekosistem lahan basah di kawasan tropis.

·         Lingkungan politik-legal: Telah sejak lama para anggota PIHI (Perhimpunan Ikan Hias Indonesia) mempunyai gagasan perlu adanya sebuah akuarium air tawar. Kemudian atas restu Ibu Tien Soeharto, akuarium air tawar tersebut telah menjadi kenyataan dengan dibangunnya TAAT-TMII. Lahan TAAT diberikan oleh pemerintah, yang kemudian dalam pengoperasiaannya dilakukan secara swakelola oleh TAAT sendiri.

·         Lingkungan cultural: TMII identik dengan tempat hiburan yang menawarkan konsep edutainment melalui pengenalan kekayaan budaya Indonesia. Begitu juga dengan TAAT yang menggunakan rumah-rumah adat sebagai bentuk dari akuarium standing-nya sesuai dengan asal ikan.

b.      Lingkungan Mikro

·         Company’s Internal Environment : Bagian promosi tidak begitu aktif dan tidak percaya diri akan produknya dalam mengadakan promosi. Ketika saya akan berkunjung ke TAAT, saya menelepon ke bagian promosi, dan yang mengejutkan adalah bahwa orang di bagian promosi itu tidak antusias dan terkesan takut dengan akan kedatangan mahasiswa S2 jurusan Magister Management. Malah ia mengusulkan agar saya mencara tempat lain untuk diteliti.

·         Supplier : TAAT tidak mempunyai penyalur khusus untuk menambah jumlah koleksi ikannya. Ikan-ikan tersebut biasanya merupakan sumbangan dari Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI), hobbies, dan pemerintah-pemerintah daerah.

·         Marketing Intermediaries : TAAT beroperasi secara swakelola, karena jumlah pengunjung yang tidak begitu banyak, maka TAAT tidak mampu untuk melakukan promosi.

·         Customer: Pengunjung yang datang sebanyak 60% adalah rombongan anak-anak usia sekolah, mayoritas adalah rombongan dari TK dan SD. Ada juga keluarga, orang tua yang mengantarkan anak-anaknya rekreasi ke sini, dan para mahasiswa dan peneliti.

·         Competitors: TAAT menghadapi saingan berat, yaitu Sea World, karena Sea World mempunyai desain tempat, ruangan, dekorasi, dan tata letak yang lebih menarik daripada TAAT. Hal itu disebabkan karena Sea World memiliki modal yang lebih besar daripada TAAT.

 

5.      Product Life-Cycle: Saat ini TAAT berada pada Shakeout Stage. Jumlah pengunjung yang semakin berkurang menurut saya disebabkan karena beberapa hal. Yang pertama adalah karena dekorasi atau kemasan TAAT yang tidak menarik. Pencahayaan ruangan kurang, pencahayaan akuarium (display) juga kurang menarik, tempat kotor dan kurang terawat, mascot yang tidak menarik, tidak ada brand image yang tidak menarik, dan kurangnya promosi.

13
Mar
09

White Dress

Pagi-pagi kayaknya mendung, siang-siang taunya panas, eh sore hari hujan deres… Di cuaca ga menentu seperti sekarang, salah satu hal yang bikin Shine bingung di depan lemari pakaian adalah, pake baju warna apa hari ini? Mau pake baju warna-warni terang tapi ga cocok bgt klo hujan, mau pake baju agak gelap, kok panas-panas bajunya suram banget… So, pilihan yang paling netral untuk bulan ini sepertinya sih warna putih. Daaan, berhubung Shine lagi suka banget liat dress, jadi pilihan Shine untuk bulan Maret jatuh pada White Dress!

Ini nih beberapa white dress lansiran merek ternama:

Face Print.. By Moschino (cocok nih buat remaja 15-24 tahun.. berarti Shine masih pantes ya pake ini, heheheh)

moschino-white-dress

 

Camisol white dress… By Guess? (Cocok buat yang pingin tampil innocent)

guess-white-dress

 

It’s Time to Party!… Kiri: By Versace.. Kanan: By BCBG

versace-white-dressbcbg-white-dress

Absolutely, Shine suka banget white dress dari Versace ini! ^o^

11
Mar
09

Terima kasih bapak dan ibu guru

“Engkau.. bagai pelita, dalam kegelapan.. Engkau laksana embun penyejuk, dalam kehausan.. Engkau patriot, pahlawan bangsa… Tanpa tanda jasa..”

Itulah petikan lagu tentang Guru yang sering kita nyanyikan sewaktu duduk di sekolah dasar. Dalam tulisan kali ini, Shine ingin merenungkan dan menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalam kepada bapak dan ibu guru Shine sejak TK sampai jenjang pasca sarjana.

Sebenernya sudah sejak bulan lalu Shine ingin mengangkat topik tulisan ini, tapi memang sering ketunda karena Shine lagi konsentrasi nyari kerja. Rasa ini timbul ketika Shine menghadiri wisuda pasca di balairung akhir Januari kemarin. Meskipun balairung cukup panas, tapi suasananya cukup hikmad, apalagi ketika para dosen dan rektor datang dengan diiringi lagu wisuda..

“Godeamus igitur.. Yuvenes dum summus…”

Shine jadi teringat masa-masa sekolah dari TK sampai SMU. Waktu TK dulu, Shine ini anaknya cuek banget.. Masa lagi pelajaran gambar di kelas, tiba-tiba Shine lari keluar buat main ayunan. Terus bu guru nyamperin dan dengan sabar bilang, “Shine, masuk kelas dulu, nanti istirahat kita main lagi”..

Waktu SD kelas 1 mungkin juga masa-masa sulit bagi seorang guru.. Shine baru bisa baca menjelang semester 2. Jadi saat ujian semester 1, boro-boro Shine tahu jawaban, baca soalnya aja ga bisa. Yang sampe sekarang teringat oleh Shine ketika Shine dipuji pertama kalinya waktu SD kelas 1 saat pelajaran menulis cerita liburan idul fitri. Seingat Shine waktu itu nyeritain ramenya sholat Ied di Mesjid Istiqlal sampe sepatu ayah Shine ilang di tengah keramaian. Sepertinya ibu guru waktu itu senang sekali dengan tulisan Shine sampai ketika mama dateng jemput, bu guru cerita sama mama. Mungkin sejak itulah Shine jadi punya kepercayaan diri untuk menulis.

Waktu SMP kelas 3, Shine masuk di kelas yang isinya ada anak yang super pinter dan anak-anak yang super nakal dengan banyak kasus. Shine kasiaaaan banget sama wali kelas Shine, namanya bapak Tohari yang selalu dikerjain dan dibikin pusing sama anak-anak. Pak Tohari ini kurang disukain sama anak-anak nakal di kelas Shine, jadi beberapa kali mereka walk out ga mau belajar di kelas. Tempat duduk pak Tohari juga pernah dikasih kodok mati, pak Tohari ganti kacamata baru, diledekin anak-anak kayak kecoa. Shine juga nyesel bikin susah pak Tohari gara2 ketahuan nyewain novel dan komik, pas ada pemeriksaan kelas, ada 20 komik dan novel Shine yg ketahuan beredar di kelas >_<. Hampiir aja ortu Shine dipanggil ke sekolah (sebenernya ortu SHine tau siyh klo Shine nyewain novel n komik, n malah dukung buat nambah uang jajan, hehehe… dodol..), tapi karena track rcord Shine sebagai siswi dengan ranking 10 besar terus, akhirnya Shine cuma disuruh bikin surat perjanjian, hihihihi… ^^

Lebih mengerikan tingkah anak2 waktu SMU, kali ini yg jadi sasaran adalah guru kimia yang baru yang biasanya kita panggil pak jambrong (jambang gondrong), duh sampe nama aslinya Shine lupa… Shine juga lupa kenapa ya guru ini disebelin banget, sampee ditaman depan kelas  dibikin kuburan dengan nisan kecil bernama “Jambrong”, anak-anak biasanya suka pura-pura doa disitu… Bapak… maafkan kami…

Sekarang, Shine bener-bener ngerasain jasa bapak dan ibu guru terutama saat-saat TK sampai SMU, karena mereka lah yang mengajarkan ilmu yang sangat berguna sehingga Shine dapat terus mengikuti pelajaran sampe pasca sarjana.

“Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru.. Jasamu akan kami kenang selalu…”

wisuda